MAKALAH
ANALISIS VIDEO A DAY MADE OF GLASS
DI SUSUN OLEH:
Muhamad Muharomi
2 CD
Teknik Komputer
Dosen Pembimbing
Ali Firdaus, S.Kom., M.Kom.
NIP. 197010112001121001
TEKNIK KOMPUTER
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2014
BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dewasa ini teknologi sangat berkembang pesat khusus-nya dalam masalah teknologi yang berlayar kaca seperti pada Ipad, Handphone, Laptop dan gadget lainnya. Semakin bertambah nya zaman semakin teknologi kaca atau sering di sebut touchscreen pun membaik bahkan yang semula hanya berguna dalam hal sentuh untuk memilih, mengatur dan mengoptimalkan penggunaan dan apa saja yang ada dalam gadget pun nantinya akan ber-reformasi dan dapat melakukan digunakan untuk hal-hal yang lebih menakjubkan lagi,
Yang melatrbelakangi saya menyusun makalah ini adalah pengefisienan informasi yang dapat tersampaikan pada video a day made of glass dimana keseharian pada tokoh dalam video telah menggunakan teknologi kaca yang sangat canggih, dan semua berharap teknologi itu dapat cepat ter-realisasikan sehingga semua yang ada di belahan dunia mana pun dapat merasakan betapa canggih-nya teknologi masa depan.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut maka pada makalah ini dirumuskan masalah sebagai berikut:
- Penjelasan Teknologi dalam video
- Perusahan apa yang bercita-cita dalam mewujudkan teknologi pada video a day mad of glass
- Kenapa perusahaan tersebut berkenginan membuat teknologi seperti pada video
- Bagaimana teknologi tersebut dapat berkembang di Indonesia nantinya
BAB 2
2.1 PENGERTIAN CORNING
Corning merupakan perusahaan produsen kaca, keramik dan bahan terkait, terutama untuk aplikasi industri dan ilmiah dari Amerika Serikat. Perusahaan ini dikenal sebagai Corning Glass Works sampai tahun 1989, ketika berubah nama menjadi Corning Incorporated. Corning telah berdiri selama kurang lebih 160 tahun. Pada 2008 Corning memiliki lima sektor usaha utama: Teknologi Display, Teknologi Lingkungan, Biologi, Telekomunikasi dan Material Khusus.
Tujuh puluh persen dari pendapatan Corning saat ini berasal dari produk yang tidak ada lima tahun lalu, seperti Eagle XG, sebuah LCD kaca ramah lingkungan yang dibuat tanpa logam berat, Mercury yang digunakan untuk membersihkan gas buang dari pembangkit listrik batubara dan Laser Green kecil yang dapat memungkinkan ponsel dilengkapi dengan microprojectors . Pada tahun 2011 Corning mengumumkan perluasan fasilitas yang ada dan pembangunan fasilitas 10 Gen co-located dengan kompleks manufaktur di Sakai Sharp Corporation, Osaka, Jepang. Perusahaan ini terus memproduksi serat optik dan kabel untuk industri komunikasi di perusahaan Wilmington dan tanaman Concord di North Carolina.
Corning juga merupakan produsen utama perangkat kontrol emisi keramik untuk catalytic converter di mobil serta truk ringan yang menggunakan mesin bensin. Perusahaan ini juga berinvestasi dalam produksi produk kontrol emisi keramik untuk mesin diesel sebagai akibat dari standar emisi yang lebih ketat bagi mereka mesin baik di AS dan luar negeri. Pada tahun 2007 Corning memperkenalkan sebuah serat optik, ClearCurve, yang menggunakan teknologi struktur nano untuk yang ditemukan dalam instalasiFTTx. Gorilla Glass, yang merupakan lembaran kaca berkekuatan tinggi dari alkali aluminosilikat tipis yang digunakan sebagai penutup kaca tahan gores menawarkan pelindung dan daya tahan dalam perangkat genggam berbasis layar sentuh, mulai dijual pada tahun 2008.
Gorilla Glass yang digunakan di iPhone pertama kali dirilis pada tahun 2007. Pada 25 Oktober 2011 Corning meluncurkan Lotus Glass, sebuah kaca ramah lingkungan dan berkinerja tinggi dikembangkan untuk OLED dan layar LCD. Corning berinvestasi sekitar 10% dari pendapatan dalam penelitian dan pengembangan, dan telah mengalokasikan US $ 300 juta untuk perluasan lebih lanjut dari perusahaan fasilitas penelitian Taman Sullivan dekat kantor pusat di Corning, NY. Corning juga memproduksi silika tinggi murni yang digunakan dalam sistem microlithography, segelas ekspansi rendah digunakan dalam pembangunan cermin reflektif, dan jendela untuk pesawat ulang-alik AS. Corning juga terlibat dalam penelitian dan pengembangan laser hijau, pengurangan merkuri, microreactors, photovoltaics, dan silikon pada kaca.
2.2 SEJARAH CORNING DAN TEKNOLOGI KACA-NYA
1851
Corning Glass Work didirikan oleh Amory Houghton, di Somerville, Mass, awalnya sebagai Bay State Glass Co, kemudian pindah ke Williamsburg, Brooklyn, New York, dan dioperasikan sebagai Flint Brooklyn Working Glass. Perusahaan ini pindah lagi ke rumah utama dan senama, kota Corning, New York, pada tahun 1869 di bawah kepemimpinan putra pendiri, Amory Houghton, Jr.
1879
Sejarah panjang inovasi Corning dimulai dengan pengembangan kaca pembungkus lampu pijar temuan Thomas Alfa Edison. Penemuan ini sangatlah populer hingga pada tahun 1908, penemuan ini menyumbangkan setengah dari kekayaan bisnis Corning.
1908
Eugene Sullivan bergabung dengan Corning dan menciptakan laboratorium penelitian industri untuk mendorong inovasi dalam pembuatan kaca. Di bawah kepemimpinannya, Corning menjadi sangat terkenal dengan penelitian dan pengembangan kaca.
1912
Corning mengembangkan kaca tahan panas untuk kereta api sinyal lentera, suatu bahan yang sama digunakan untuk membuat gelas ilmiah Pyrex dan peralatan masak.
1926
Dua Ilmuwan Corning menciptakan Machine Ribbon, yang dapat menghasilkan 400.000 bola lampu setiap 24 jam. Masih digunakan hingga saat ini, mesin meningkatkan efisiensi produksi bola lima kali lipat dan menurunkan harga bohlam.
1947
Dengan metode spin-casting, perintis Corning memproduksi secara massal Katoda Tabung-Ray untuk televisi, yang dapat mengurangi biaya TV. Selama dua dekade, Corning mendominasi pembuatan tabung untuk TV baik hitam-putih dan warna.
1952
Dengan ketidaksengajaan melakukan overheating pada sekumpulan kaca, seorang ilmuwan Corning menciptakan sebuah material anti pecah yang mirip porselen yang disebutCorningware.
1961
Kaca jendela untuk pesawat ruang angkasa pertama berawak Amerika Serikat, Freedom 7 dan Liberty Bell 7, dibuat oleh Corning. Corning menjadi pemasok jendela untuk setiap kapal NASA, termasuk Orion.
1983
Corning memperkenalkan Optical Fiber atau serat optik yaitu helai kaca yang dapat mengirimkan sinyal telekomunikasi dengan sempurna pada kecepatan cahaya. Saat ini, Corning merupakan satu-satunya produsen serat optik di Amerika Serikat.
1984
Corning mengomersialisasikan LCD kaca, yang dibuat menggunakan proses yang ditemukan oleh perusahaan 20 tahun sebelumnya. Bisnis LCD kaca Corning menyediakan lebih dari setengah dari layar kaca untuk elektronik dan juga merupakan setengah dari keuntungan perusahaan.
2.3 SINOPSIS VIDEO
Video ini dimulai dengan sebuah Kalimat “7:00 am in the near future” dan menggambarkan sepasang suami istri sedang tertidur dengan sebuah Monitor kaca yang berada di dinding di hadapan mereka menunjukkan pukul 6:59 am. Lalu ketika jam di monitor berganti menunjukkan pukul 7:00 am, jendela yang terbuat dari kaca di sisi sebelah kiri tempat tidur berganti warna dari gelap menjadi bening dan menampakkan pemandangan kebun di luar kamar tidur. Lalu si suami terbangun dan berjalan menuju monitor kaca tadi dan menyentuhnya. Berikutnya yang terjadi adalah dari monitor yang tadinya hanya menunjukkan jam berganti menjadi kemunculan video yang memperlihatkan lalu lintas atau disebut juga Sky Livecam. Kemudian si suami kembali menyentuh monitor kaca dan yang muncul berikutnya merupakan berita yang dibawakan seorang news anchor pria.
Detik berikutnya, video menyajikan gambar dimana si istri menggunakan monitor kaca yang ada di atas wastafel kamar mandi. Monitor tersebut juga sekaligus berperan sebagai cermin di kamar mandi. Sang istri menggunakan monitor tersebut untuk melihat jadwalnya hari ini dan mengecek pesan yang ada untuknya. Kemudian ia menyentuh monitor tersebut, dan muncullah display huruf-huruf QWERTY seperti layaknya yang terdapat di keyboard dan mulai mengetik pesan balasan atas pesan yang masuk bagi dirinya tadi. Diperlihatkan berikutnya di dalam video, saat si suami ingin menggunakan kompor, ia hanya perlu menyentuh kaca yang terdapat di atas tempat memasak. Kaca tersebut berfungsi sebagai pengatur suhu kompor sekaligus menjadi kompor itu sendiri.
Keberadaan monitor kaca yang dapat juga digunakan sebagai device interaktif yang bekerja dengan disentuh (touch screen) juga berada di tempat masak, meja makan, dashboard mobil, halte bis, meja kerja, dan juga gedung-gedung perkantoran. Video diakhiri dengan adegan dimana seluruh anggota keluarga : suami, istri, dan dua orang anak perempuan berkumpul di ruang keluarga dan menonton TV berukuran sangat besar yang juga dibuat dari kaca yang sangat tipis. Lalu si suami dan istri yang kemudian tidur.
2.4 ANALISA VIDEO
Di dalam video A Day Made of Glass, Corning mengedepankan bahwa pandangan masa depan yang mereka miliki merupakan sesuatu yang diharapkan bisa terjadi di dalam waktu dekat atau mereka menyebutnya dengan istilah “near future”. Di dalam video ini juga dikedepankan penggunaan layar sentuh pada kaca yang interaktif agar dapat memudahkan penggunaan kaca sebagai media atau alat komunikasi. Globalisasi mendorong adanya kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi dan komunikasi dan menjadikan dunia sebagai suatu pasar tunggal bersama. Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi semakin memperlihatkan perkembangannya dan bahkan memengaruhi meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya, hukum, agama, dan politik.
Ketika memang teknologi yang dikembangkan corning ini telah tercapai pastinya kemudahan yang dirasakan akan lebih terasa dalam pengguanaan alat-alat rumah tangga, karna dalam video pendek tersebut dijelaskan beberapa kali pengguanaan dalam pekerjaan yang hanya dengan menyentuh saja telah terselesaiakan dan terproses dengan cepat-nya.
PANDANGAN MASA DEPANYA DI INDONESIA
Perkembangan teknologi tersebut jika dimanfaatkan secara tepat akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat suatu bangsa. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari dua ratus juta jiwa, membuat Indonesia sebagai lahan bisnis bagi para produsen alat teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu inovasi teknologi informasi dan komunikasi yang sedang sangat populer di Indonesia adalah teknologi Layar sentuh atau (touch screen) pada suatu alat telekomunikasi. Teknologi ini disukai karena memudahkan pengguna dalam memberikan instruksi kepada device yang mereka miliki, hanya melalui sentuhan tanpa harus menekan tombol-tombol apapun. Berbicara tentang teknologi Layar Sentuh atau (touch screen), berkembangnya teknologi tersebut akhir-akhir ini membuat para produsen alat telekomunikasi saling berlomba untuk mengaplikasikan teknologi tersebut pada produk yang akan dipasarkannya agar semakin menarik minat pasar.
Melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap teknologi layar sentuh, memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia juga telah siap dengan adanya teknologi komunikasi berbasis layar sentuh berupa kaca yang interaktif seperti yang ada di dalam video A Day Made of Glass.
BAB 3
KESIMPULAN
Dari sekian pemaparan dan penjelasan pada video a day made a glass dapat di simpulkan bahwa khayalan dan keinginan manusia untuk lebih mempercanggih dan mempermudah dalam pengaksesan dan penggunaan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari bertahap dapat tercapai dan dalam hal ini tidak ada yang mustahil dapat di ciptakan tergantung pada ke-kreativitasan dan sumberdaya manusia dalam mengolah dan mengembangkan teknologi itu sendiri.